Manggar, Pantai Cantik Penghapus Beban

pantai-manggar

Dipantai yang cantik sore hari, kamu tak akan kehilangan kesedihanmu. Ia berubah menjadi melankoli, atau puisi. Pun begitu dengan pantai cantik di bibir laut balikpapan ini. Pantai Manggar.

Akses dari bandara ke pantai manggar relatif mudah, turun bandara kita bisa naik angkot dan turun di gerbang masuk pantai, dengan biaya yang murah, tak semahal harga sebungkus rokok yang berasap dan penuh kontroversi itu. Atau kalau mau lebih nyaman, bisa naik taxi, lalu turun di garis pantai. Atau kalau itu juga dirasa masih terlalu repot, kamu bisa baca tulisan ini saja, dengan sedikit imajinasi dengan sebatang cokelat serta kopi.

Pantai manggar memiliki jarak sekitar 15 menit jalan kaki dari pantai menuju jalan raya, tentu saja kecepatan jalan versi saya. Kiri-kanan jalan adalah kebun kelapa, kebun kangkung dan kebun bayam yang segar menghijau. Jika kita tidak sedang tergesa-gesa, jalan kaki akan terasa menyenangkan. Dan setiap langkah akan menjadi penghapusan beban.

Sesungguhnya pantai manggar adalah tempat yang menyenangkan, ia seperti bau tanah yang bertemu hujan, ia tak memiliki sisi penolakan. Pantai manggar memiliki hamparan pasir lembut yang panjang dan luas, dengan ombak yang tidak begitu besar sehingga cocok untuk bermain anak-anak.

Di pantai manggar juga tersedia berbagai hiburan, seperti banana boat, layang-layang, persewaan bola dan persewaan ban. Semua tools yang dibutuhkan untuk menambah keriangan. Namun jika datang ke pantai ini dengan tujuan untuk relaksasi dan menenangkan diri, kita bisa duduk-duduk ditikar yang disediakan secara gratis oleh para pedagang sambil menikmati rujak, kopi dan kelapa muda.

Digaris pantai yang basah itu iseng saya tuliskan huruf kapital nama saya di atas pasir yang lembut. Begitu selesai langsung dihapus air laut. Begitu berulang-ulang. Sampai lautnya bosan.

Diujung sore, saya ajak teman saya melangkah meninggalkan pantai yang indah itu, menyusuri jalan di tengah kebun kelapa, lalu numpang angkot ke bandara. Saat berada di pantai manggar ini nyaris semua perhatian kita akan tertuju pada kesegaran udara, keluasan pandangan mata, atau pada kecentilan rujak yang disuguhkan dengan ramah. Di tempat semenyenangkan manggar ini, begitu sulit mengalihkan perhatian kita pada sisi lain dunia. Kecantikan adalah tirani berumur pendek, kata Socrates, suatu ketika.

26 Oktober 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *