Menjelajah Pohuwato, Kota Minapolis Terbesar di Provinsi Gorontalo

Suara menggema dari Bapak setengah tua diatas kursi tinggi. Orang-orang berkerumun dan memandangnya dengan serius. Ia menyebut angka-angka dengan cepat, awalnya agak susah saya pahami, angka demi angka dan diselingi dengan beberapa kata. Orang-orang mengacungkan jari, angka-angka terus bertambah. Dan ikan pun laku terjual.

Bahasa lelang memang khas, dipandu juru lelang yang fasih mengucap harga, pengucapan yang cepat, suara mikrophon yang menggema seperti mikrophon penjual obat di pasar yang kadang menyamar jadi tukang sulap, serta masyarakat yang menggunakan isyarat jari untuk menawar harga.

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di desa Bumbulan Kabupaten Pohuwato pagi itu ramai, ikan-ikan berbagai ukuran berdatangan dari laut, dengan kondisi masih sangat segar. Seorang kawan berseloroh bahwa ikan-ikan itu masih dalam kondisi setengah hidup saking segarnya. Calon pembeli dan penjual berbaur jadi satu, menciptakan suasana riuh dan ramai.

TPI di desa Bumbulan tersebut memulai aktifitasnya sejak subuh, ikan-ikan segar berdatangan, didata, dan segera dilelang. Jika ikan sedang banyak, aktifitas pelelangan berlangsung hingga sore hari, sedangkan jika hasil tangkapan agak sepi aktifitas pelelangan hanya berlangsung sampai siang hari.

Lelalng ikan sedang berlangsung
Lelalng ikan sedang berlangsung

Di TPI desa Bumbulan terdapat banyak jenis ikan yang di lelang, namun secara umum ikan yang paling banyak dilelang adalah jenis ikan Cakalang, ikan Dehu, Kodi-kodi, Oci, Lajang, dan ikan Jawa Laut. Menurut pak Tahir, seorang nelayan yang sedang menjual ikannya, khusus untuk ikan Cakalang, Dehu dan Kodi-kodi karena bentuknya mirip maka sering disingkat jadi satu oleh juru lelang dengan nama CADEKO yang merupakan akronim dari tiga nama ikan tadi.

Desa Bumbulan, lokasi TPI berdiri memang desa nelayan, sekitar 80% warganya berprofesi sebagai nelayan, sedang sisanya berprofesi sebagai pedagang kecil, petani jagung dan perangkat desa. Desa yang berada di kecamatan Paguwat ini berhadapan langsung dengan teluk Tomini, laut dengan ikan berlimpah ruah.

Kabupaten puhuwato secara umum adalah kabupaten dengan kekayaan berupa potensi perikanan yang besar. Selain penghasil utama ikan hasil tangkapan laut, kabupaten Pohuwato juga merupakan pemasok ikan Bandeng terbesar di Provinsi Gorontalo.

Potensi ini sepertinya memang disadari oleh Pemerintah setempat, karena sejak tahun 2010 ternyata Pohuwato telah menjadi percontohan pengambangan kawasan Minapolitan di Provisnsi Gorontalo. Melalui Keputusan Bupati nomor 58/11/II/2010 ditetapkan lokasi kawasan pengembangan minapolitan. Beberapa Lokasi kawasan minapolitan di Kabupaten Pohuwato yaitu Kec. Lemito sebagai kawasan inti (minapolis), serta Kec. Dengilo, Kec. Paguat, Kec. Duhidaa, Kec. Randangan, Kec. Wanggarasi, Kec. Marisa, Kec. Buntulia, Kec. Popayato Timur, Kec. Popayato, Kec. Popayato barat, dan Kec. Taluditi sebagai kawasan penyangga (hinterland). Untuk urusan teknologi perikanan, Pohuwato menggandeng BBL Ambon sebagai pendamping. Sedangkan komoditasĀ  prioritas antara lain Rumput Laut dan Udang.

Ikan yang dilelang di TPI Bumbulan, Pohuwato
Ikan yang dilelang di TPI Bumbulan, Pohuwato

Selama sekitar 5 hari di Pohuwato, setiap hari kami selalu makan dengan menu utama ikan laut, dan tak pernah merasa bosan karena ikan yang masih segar begitu nikmat di masak apapun. Yang istimewa dari Pohuwato salah satunya adalah sambal dabu-dabunya, sambal ini adalah menu wajib yang mengiringi ikan bakar ataupun ikan goreng. Sambal dabu-dabu di gorontalo begitu istimewa, dibuat dengan minyak kelapa yang juga melimpah, rasa sambal dabu-dabunya jadi gurih dan nikmat.

Pohuwato adalah contoh kecil daerah yang menganggap lautan sebagai rumah. Bertemunya ikan segar di kedalaman laut dengan sambal dabu-dabu nikmat hasil bertani didaratan, adalah petunjuk jernih dari alam: ini adalah negeri yang kaya, yang penduduknya tidak memunggungi laut.

4 thoughts on “Menjelajah Pohuwato, Kota Minapolis Terbesar di Provinsi Gorontalo

  1. Kalo kemarin sempat ke Kota, jangan memakai kata CADEKO karena artinya agak kasar. Hahaha. Itu juga singkatan tapi itu merujuk ke celana gemes. :)))

  2. Memang Pohuwato tempat yang seru buat makan ikan. Tak bosan rasanya makan ikan tiap hari karena kesegarannya. Walau bumbunya minimalist tapi rasanya maksimalis abis.

  3. Maen ke tempat pelelangan ikan dapet ikan cakalang yg masih segaaaarrrrr dari salah satu bapak yg lg berkerumun disana. Aaaahhh senangnyaaa yaaa…cakalangnya enaaakk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *