Berburu Menjelang Lebaran

H-1 Lebaran, seharian syuting video iklan layanan masyarakat, ceritanya si talent cewek bawa dua teman, satu orang cewek sekaligus manajer si talent, dan satu cowok dengan baju agak lusuh ala-ala mahasiswa semester akhir banget. Seharian syuting dari halte ke halte, ke stasiun, ke bajaj dll. Si mbak manajer talent dan si mas temannya dengan tabah dan cekatan membantu tanpa mengeluh sedikitpun.

Hingga sore hari ketika pamitan, seorang teman bertanya pelan ke samping telinga saya: Kamu beneran nggak tau kalau yang cowok itu vokalis band Pasto?

*langsung nyesel nggak minta foto berdua 😀

Pertemuan-pertemuan seringkali tidak direncanakan. Seperti pagi itu, kami bertemu karena ada project kecil yang sedang kami kerjakan. Kebetulan kami diminta oleh salah satu kementerian untuk membuat iklan layanan masyarakat. Singkat kata, kami menggunakan dua talent, yang pertama adalah Raim Laode, seorang comic aka standup comedian yang sedang naik daun, yang sempat beberapa kali main film layar lebar namun hanya mendapat peran sebagi acar mentimun, peran nggak penting, yang kalau diatas nasi goreng sering kali nggak dilirik, dipinggir-pinggirkan, dan kalau jatuh nggak dipungut. Kata raim sih begitu, saat dia menceritakan perannya, hahaha. Namun pertemuan dengan Raim kali ini adalah pertemuan yang direncanakan.

Talent kedua adalah seorang gadis muda yang cantik, seorang model yang sedang bekerja keras untuk naik daun, sangat talented. Dia sedang berjuang keras untuk membuat klip dangdut pedananya, dan saat ini sedang syuting iklan jamu yang konon hanya untuk orang-orang pintar. Orang pintar minum jamu, tidak ke dok*ter, begitu kalau ngikuti logika iklan. Talent perempuan ini juga sangat professional, syuting seharian yang sangat melelahkan tidak sekalipun dia mengeluh. Pertemuan dengan talent perempuan ini  juga jenis pertemuan yang direncanakan. Kami kontak manajernya, dia datang, kami bekerja sama.

Yang tidak direncanakan adalah pertemuan dengan mas-mas berbaju lusuh tadi itu. Dia dikenalkan oleh si mbak manajer dengan “Halo kenalkan, ini cowokku”, yang disahut dengan mimik agak terkejut oleh si cowok “Apa?”. Sesingkat itu. Lalu kami bekerja seharian. Di sela-sela kesibukan saya masih sempat mendengar potongan pembicaraan ringan si mamas ini “kalau saya sih fokus mencipta lagu, urusan menjualnya saya serahkan sepenuhnya ke dia (menunjuk si mbak manajer)”. Namun saya benar-benar tidak ngeh kalau dia ini vokalis nya Pasto.

Kehidupan nyata kadang memang sedikit berbeda dengan yang muncul di layar kaca. Kami, si mamas vokalis band terkenal tadi, si talent penuh bakat, si Raim Laode dan teman-teman lain harus terus bekerja keras, hari  demi hari, tanpa mengeluh. Dimana di kota sekeras Jakarta ini, kucing-kucing pun telah menyerah untuk berburu.

One thought on “Berburu Menjelang Lebaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *