Cara Menentukan Target Penjualan Untuk Bisnis yang Baru Berdiri

Bagi perusahaan besar atau perusahaan yang sudah lama berdiri, menentukan target penjualan adalah hal yang relatif mudah. Perusahaan besar sudah memiliki history penjualan, mengenal dengan sangat baik kekuatan dan kekurangan produknya, mengenal sangat dekat kompetitornya, memiliki riset akurat potensi pasar dan memiliki rencana ekspansi yang jelas, sehingga menentukan target penjualan relatif lebih mudah.

Hal berbeda jika kita baru mulai merintis sebuah usaha. Poin-poin diatas tidak dimiliki oleh pengusaha pemula, pun angka-angka yang mendekati juga relatif sulit di dapat.

Pebisnis pemula, menanggung begitu banyak beban agar roda bisnisnya bisa mulai berjalan. Ibarat mendorong mobil, dorongan paling kuat dan paling susah adalah ketika mobil belum bergerak. Begitu juga bisnis, yang paling banyak menghabiskan energi adalah memulainya.

Beban yang besar yang harus dipikul pebisnis saat memulai usaha inilah yang kemudian membuat para pengusaha pemula lupa hal penting dan sangat mendasar: Menentukan Target. Hal ini dikarenakan saat usaha baru berdiri hampir semua hal dilakukan sendiri oleh pengusaha pemula: urusan logo, desain, legal formal, produksi, distribusi, menangani komplain, penagihan, retur barang, mengatur stok, promosi dan berbagai hal teknis lainnya.

Lalu bagaimana cara menentukan target penjualan bagi pebisnis pemula?

Pertama, Tentukan Target Kunjungan / Penawaran

Untuk pengusaha pemula yang belum memiliki history penjualan, dan belum memiliki angka-angka penjualan milik kompetitor bisa memulainya dengan menyusun target Kujungan terlebih dahulu. Target kunjungan/target penawaran jauh lebih mudah dibuat dan diukur karena kita bisa menghitung sumber daya kita di awal usaha.

Target kunjungan/penawaran yang baik pada dasarnya memiliki aturan yang sama dengan aturan menyusun target penjualan: angkanya berada diantara batas mustahil dan batas bisa diraih. Dengan kata lain, angka tersebut tidak akan bisa dicapai dengan usaha yang biasa-biasa saja, tapi masih mungkin dicapai jika kita bekerja sangat keras.

Menggunakan Form Kunjungan

Menentukan target kunjungan sebaiknya spesifik, menggunakan form rencana kunjungan / sales plan. Ini berlaku untuk jenis usaha penjualan barang maupun jasa. Penggunaan form rencana kunjungan ini selain untuk mempermudah organisasi, menentukan rute kunjungan paling efisien, juga untuk mempermudah melakukan evaluasi. Form rencana kunjungan ini juga merupakan dasar bagi kita untuk melakukan followup dari kunjungan/penawaran pertama. Untuk form kunjungan bisa dibuat sendiri disesuaikan dengan kebutuhan, tapi jika ingin mendapatkan template Form Kunjungan bisa diunduh form kunjungan yang saya buat di link berikut:

>>>UNDUH FORM SALES PLAN<<<

Kedua, Evaluasi Hasil Penjualan 3 bulan Pertama

Setelah menetukan target kunjungan/penawaran, kita perlu mengevaluasi angka penjualan di tiga bulan pertama usaha berdiri. Dari sini kita sudah mulai bisa menentukan target penjualannya, karena walaupun pendek tapi sudah mulai muncul angka dan trend penjualan. Penentuan target penjualan dengan cara seperti ini merupakan penentuan target base on hystory.

Menentukan Target Penjualan Berdasarkan Kapasitas Produksi

Selain menentukan target penjualan berdasarkan historikal penjualan sebelumnya, kita juga bisa menentukan target penjualan berdasarkan kapasitas prosuksi. Untuk UMKM menghitung kapasitas prosuksi relatif tidak terlalu sulit, jika kita tau kapasitas produksi yang kita miliki kita bisa memulai penentuan target penjualannya dari angka itu. Baik itu kapasitas prosuksi barang maupun jasa.

9 thoughts on “Cara Menentukan Target Penjualan Untuk Bisnis yang Baru Berdiri

  1. waduh, saya jadi belajar ekonomi, hehehe
    Selain dari data historical dan kapasitas produksi, mementukan target penjualan apa bisa dari referensi orang yang bergerak di bisnis serupa mas? Mungkin dengan catatan lokasi masih di daerah yg sama dan karakteristik konsumen sama?

  2. Memang banyak yang harus dipelajari dan dikerjakan jika usaha atau bisnis baru saja dimulai. Ibarat manusia yang mulai dari bayi kemudian merangkak dan seiring waktu baru bisa melangkah. Namun bila terawat dengan baik dan mendapat pendidikan yang cukup, usaha yang masih bayi itupun adalah calon raksasa

  3. Aku pernah merintis usaha sendiri mas…. Gak beberapa lama berselang bangkrut.

    Penyebab bangkrutnya ya karena sistem gak jelas. Targetnya g jelas. Dan semuanya g jalan setelah beberapa bulan jalan. Akhirnya hubunganku sama temen jadi renggang. Ahahah. Btw temenku yang kasih modal. Sementara aku banting tulang ini itu dikerjain sendiri…

    #yaa namanya belajar. Hidup kadang ada pait paitnya… Btw thanks sharingnya Mas… Next mau lbh disiapkan lagi kalo berbisnis.

  4. Yang ngisi form kunjungan itu kita atau pengunjung? Agak merepotkan buat pengunjung kalo mereka yang ngisi. Kalo tujuannya cuma buat hitung jumlah, mungkin bisa pake counter aja yang tinggal klik hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *