Mendadak Hening, Ketika Dua Orang Gadis Berdansa Dengan Ribuan Ekor Ikan Bandeng

Ikan Bandeng

Sore itu, di samping gedung under water teater saya berbincang dengan dua orang gadis ballerina: Vina dan Monic. Gadis-gadis ini punya pekerjaan unik yang bahkan tidak masuk imajinasi paling liar anak-anak sekolah ketika dihadapkan pada pertanyaan “Apa cita-cita kalian?”. Mereka adalah seorang free diver yang setiap hari harus menyelam dan berdansa dengan ribuan ekor ikan bandeng. Berkali-kali.

Rambut mereka masih tampak basah saat matahari sore jatuh melewati atap gedung, namun wajah mereka ceria. Vina dan Monic baru saja selesai melakukan satu show, berenang dan berdansa dengan ribuan ikan bandeng (milk fish) di sebuah kolam besar, di under water teather, Ancol.

Vina dan Monic serta Raim Laode

Dalam sehari, Vina dan Monic rata-rata melakukan show sebanyak 3 kali. Sekali turun ke kolam mereka menghabiskan waktu hingga 20 menit. Namun di waktu-waktu liburan yang ramai pengunjung, jadwal mereka bisa melonjak hingga 12 kali dalam sehari. Dua belas kali sehari melakukan free dive? Apa kalian kuat? tanya saya, terkejut. Namun mereka hanya tertawa kecil, yang menjawab justru seorang lelaki yang kebetulan duduk disamping mereka, seorang scuba diver, partner kedua gadis itu saat show “Ya kalau terus-terusan bisa KO juga” Sahutnya, tertawa renyah.

Pekerjaan yang dijalani Vina dan Monic adalah pekerjaan yang membutuhkan energi dan stamina fisik yang tinggi. Keduanya harus mahir berenang, memiliki olah pernafasan yang kuat dan stabil, memiliki teknik boyanshi yang bagus, serta mampu berdansa dan melakukan gerakan ballet sekaligus. Semuanya dilakukan di dalam air. Ketika saya tanya apa rahasia serta jamu yang mereka minum sehingga tetap segar dan sehat, ternyata tidak ada “Hanya makan teratur dan tidur yang cukup” kata mereka.

Berdansa dengan Ribuan Ikan Bandeng
Berdansa dengan Ribuan Ikan Bandeng

 

Untuk bisa mendapat pekerjaan ini Vina dan Monic harus lulus dan menjalani training selama tiga bulan penuh, mulai belajar olah pernafasan, melatih ketenangan saat dikerubuti ribuan ikan bandeng yang bergerak seperti badai tornado, dan melatih ketahanan fisik agar dapat turun berkali-kali kedalam air dan tetap prima. Selain itu mereka juga harus belajar berbagai gerakan indah bak ballerina dan putri duyung sekaligus. Ketika baru pertama kali melatih skill ini, menurut mereka badan mereka terasa ngilu-ngilu, dikarenakan bersentuhan dan digigit-gigit kecil oleh ikan-ikan bandeng itu.

Selepas berbincang singkat dengan mereka, sayapun tak sabar melihat atraksi mereka di kolam besar itu, mereka kembali ke ruangannya untuk bersiap-siap, sedang saya masuk kedalam gedung dan memilih kursi paling depan. Merasa kurang dekat saya kemudian berpindah duduk di lanti yang dibuat mirip tangga, sehingga bisa duduk lebih dekat dengan kolam besar yang berdinding kaca. Ribuan ikan bandeng remaja tampak hilir mudik di dalam kolam. Membayangkan berenang di dalamnya jantung saya langsung dag dig dug. Secara pribadi saya memang menyukai wisata berbasis air maupun perairan, dan Ancol adalah salah satu kawasan yang menjadi andalah wisata edukasi di Jakarta, bahkan beberapa wahana adalah merupakan edukasi konservasi  yang unik dan menarik di Jakarta.

Musik mengalun lembut dan lampu ruangan temaram saat kedua ballerina air itu muncul. Gerakannya perlahan dan indah, raut mukanya ceria, dan ribuan ikan bandeng remaja mengelilinginya seperti sedang terjadi badai. Disela-sela tarian indahnya dua gadis itu sesekali naik perlahan ke permukaan kolam untuk bernafas. Tidak tampak raut panih sedikitpun dalam wajah mereka, pertanda kematangan dalam olah pernafasan.

Berenang dengan Ikan Bandeng

Sekali turun ada dua jenis tarian yang mereka bawakan, yang pertama adalah balet, yang kedua terlihat lebih susah, yaitu tarian putri duyung. Tarian ini terlihat lebih susah karena kedua free diver tadi harus menggunakan baju putri duyung pada kedua kakinya. Dengan baju seperti itu tentu saja menyelam sekaligus menari dan menjaga posisi tubuh tetap ideal adalah perjuangan yang sulit. Namun mereka toh tetap bisa melakukan berbagai gerakan indah yang memukau penonton.

Selain kedua gadis tersebut, ikut turun juga kedalam kolam dua orang scuba diver. Kemunculan mereka terasa dramatis, ribuan ikan bandeng yang semua bergerak tersebar tanpa ada pola khusus tiba-tiba bergerak membuat lingkaran tornado besar, dua lingkaran. Mereka berenang dengan sangat rapat, lalu secara tiba-tiba seperti sebuah ledakan mereka berhamburan, dan dari tengahnya muncul seorang scuba diver melambai-lambai ke arah penonton.

Sesekali saya melirik beberapa teman blogger yang hari itu sama-sama memenuhi undangan kembali ke Ancol untuk menikmati berbagai hal unik seputar taman Impian Jaya Ancol, wajah mereka juga terlihat terkesima. Disela-sela pertunjukan saya sempat diskusi kecil dengan seorang teman blogger, bahwa atraksi semenarik ini sebenarnya juga bisa dibuat oleh daerah-daerah yang kaya ikan bandeng seperti Gresik, Sidoarjo dan Makassar, serta menjadi salah satu wisata andalan mereka.

10 thoughts on “Mendadak Hening, Ketika Dua Orang Gadis Berdansa Dengan Ribuan Ekor Ikan Bandeng

  1. Wahh…sayang sekali tc ga liat ini kmrin itu..pasti indah banget ya, kak! 😀 tc bisa membayangkan diri tc nonton sambil terkesima juga. 😀

  2. Keren bgt yaaahh cewe2 itu. Kuat bgt loh atur pernapasannya. Tapi yg lbh salut sih sama keberanian mereka menghadapi ribuan ikan bandeng didalam air. Secara yaaa itu ikan gak keliatan lucu. Hahahaha

  3. Njay. Bena jadi pingin nyerok ikan bandengnya buat di bakar terus colo-colo pake sambal kecap. :9

    Bisa diulang nggak sih ke seaworldnya? Bena pingin liat juga.

  4. Jadi pengen jalan-jalan ke Ancol terutama untuk melihat atraksi gadis-gadis berenang dengan ikan bandeng ini. Biasanya kalau di National Geographic TV scuba driver berenang dengan barakuda. Terus kalau dalam akuarium berenang dengan ikan bandeng sensasinya apa sih kurang lebih sama ya. Ancol Tunggu aku datang

  5. Ini pertunjukkannya keren bangeeettt!!! Aku sampai males mau merekam karena ingin menikmati momen itu dengan mata kepala sendiri.

    Terus, ehem, atraksi ini cukup aman buat siapapun, nggak bikin “sensi” sebagian orang 😀

  6. Ini mah namanya putri duyung beneran
    Bener, ga gampang loh nari di dalam air, apalagi dikelilingin ikan.
    Mereka sempat cerita ga mas, resiko terbesarnya kerja gitu apa si?

  7. Anjayy. Ahahaha… Orang gila…. Aku renang aja g bs… Ngeliat mbak mbak itu paling langsung jatuh cinta…

    . Mereka keseringan berenang sama bandeng… Trus kapan berenang di hati akuuu? #komenapasih ahahah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *