Kampung Bekelir, Dari Kampung Kumuh Menjadi Destinasi Wisata Andalan

Awalnya ia adalah kampung kumuh di tepian sungai Cisadane, Kota Tangerang. Kemudian sekitar 10.000 galon cat ditumpahkan oleh ratusan seniman lukis yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Sekarang kampung yang kini diberi nama kampung bekelir itu telah menjadi kampung yang cantik, merona dan ramah.

Kampung Bekelir adalah wujud nyata bagaimana kreatifitas bisa mengubah hidup banyak orang. Melihat keindahan dan kebersihan kampung ini, orang tidak akan menyangka jika sebelumnya kawasan ini adalah kampung yang kumuh dan muram. Kampung bekelir saat ini memang tengah menjadi primadona wisata baru bagi Kota tangerang, setiap bulannya ribuan orang datang ke kampung ini untuk menikmati grafiti dan mural-mural cantik yang betebaran indah di seluruh kampung.

Sore hari adalah waktu yang menurut saya paling pas untuk jalan-jalan ke kampung bekelir. Kampung yang terletak di tepian sungai cisadane ini menawarkan suasana hangat yang nyaman, dan cahaya matahari yang jatuh sore-sore akan membuat warna dan lukisan mural semakin indah dipandang. namun jika tidak sempat ke sana sore hari maka pagi hari adalah alternatif berikutnya.

Secara resmi, kampung bekelir berada di kawasan kelurahan Babakan, berlokasi di RW 1 samping sungai Cisadane. Mural-mural dan grafiti cantik yang dilukis di sepanjang lorong-lorong kampung dan di dinding-dinding rumah warga ini dibuat tematik yang berkisah tentang sejarah dan kearifan lokal. Masing-masing rumah dan lorong juga dibuat oleh seniman yang berbeda-beda sehingga jika kita menyusuri kampung ini akan mendapat berbagai keunikan dan keindahan lukisan yang unik khas masing-masing seniman.

Ketika berjalan-jalan di kampung bekelir saya sempat menemukan ada dua lukisan wajah yang begitu mirip dengan foto di salah satu dinding lorong kampung, setelah bertanya-tanya pada komunitas pemuda setempat akhirnya dijelaskan bahwa dua lukisan wajah itu adalah orang-orang yang berperan besar dalam terwujudnya kampung warna-warni ini. Lukisan pertama adalah lukisan wajah bapak Ibnu Jandi yang merupakan konseptor kampung bekelir, sedangkan wajah kedua adalah bapak Abu Sofiyan yang merupakan lurah Babakan, tempat kampung tersebut berada.

Ada banyak hal menarik ketika saya ngobrol mengenai konsep dan rencana pengembangan kampung bekelir dengan Pak Lurah Babakan dan pemuda setempat . Menurut cerita mereka, awalnya dalam proses pembuatan kampung bekelir mereka hanya dibantu oleh 23 orang seniman saja, namun kemudian makin banyak yang ingin ikut berkontribusi sehingga akhirnya sampai sekarang ada sekitar 120 orang seniman yang menorehkan karyanya di kampung tersebut. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 1121 mural dan grafiti yang telah selesai dibuat, dan masih akan bertambah karena beberapa mural masih akan ditambahkan lagi.

Proses kreatif pembuatan kampung bekelir ini juga menarik, karena pada awalnya tidak menggunakan dana dari pemerintah daerah untuk mewujudkan ide kreatifnya. Untuk bahan baku cat yang jumlahnya sangat besar misalnya, mendapat dukungan CSR dari perusahaan cat Pasific Paint dan swa usaha dari masyarakat lokal yang sangat antusias dengan ide tersebut. Melihat antusiasme masyarakat tersebut pemerintah kota tangerangpun kemudian menunjukkan dukungannya, saat ini sedang akan dibangun toilet-toilet umum yang layak untuk pengunjung, kawasan disekitar kampung juga sedang dikembangkan oleh pemerintah kota tangerang untuk menjadi kawasan wisata, terutama di tepian sungai cisadane, sehingga pengunjung memiliki lebih banyak opsi saat menikmati indahnya kampung bekelir.

Semenjak ramai dikunjungi wisatawan, kampung yang diresmikan oleh Wali Kota Tangerang tersebut mulai menunjukkan multiplier effect, terutama dalam bidang perekjonomian warga setempat. Anak-anak mudanya mulai berkreasi membuat berbagai pernak pernik oleh-oleh khas ala kampung bekelir, mulai dari kaos, topi, gantungan kunci dll. Jadi setelah puas jalan-jalan menyusuri kampung yang cantik ini kita bisa belanja dan membawa pulang pernak-pernik tadi. Yuk main ke kampung bekelir.

One thought on “Kampung Bekelir, Dari Kampung Kumuh Menjadi Destinasi Wisata Andalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *